Gubernur Aceh Surati Presiden, Minta Blang Padang Dikembalikan ke Masjid Raya Baiturrahman

- Jurnalis

Sabtu, 28 Juni 2025 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Aceh Muzakir Manaf

Gubernur Aceh Muzakir Manaf

BERITANANGGROE.com | Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menyurati Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meminta pengembalian status Blang Padang sebagai tanah wakaf milik Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh.

Permintaan tersebut tertuang dalam surat resmi Gubernur Aceh Nomor 400.87180 tertanggal 17 Juni 2025, perihal “Permohonan Penyelesaian Tanah Wakaf Blang Padang Milik Masjid Raya Baiturrahman Aceh.”

Dalam surat tersebut, Gubernur Aceh menjelaskan bahwa Blang Padang yang terletak di Gampong Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, merupakan tanah wakaf berdasarkan dokumen sejarah Aceh serta peninggalan masa kolonial Belanda.

“Tanah tersebut, berdasarkan sejarah dan dokumen peninggalan Kesultanan Aceh serta dokumen Belanda, merupakan tanah wakaf (oemong sara) yang diwakafkan oleh Sultan Iskandar Muda untuk kepentingan Masjid Raya Baiturrahman,” tulis Muzakir Manaf, seperti dikutip dari surat yang telah beredar di berbagai media.

Gubernur menyebutkan, sejak sekitar 20 tahun terakhir atau pascatsunami Aceh, lahan tersebut dikuasai oleh TNI AD melalui Kodam Iskandar Muda. Berdasarkan kajian sejarah, telaah yuridis, serta aspirasi masyarakat dan tokoh agama, tanah itu dinilai masih sah sebagai tanah wakaf menurut hukum Islam dan adat Aceh.

Baca Juga :  Ngopi Pagi Bersama Bupati Tarmizi, Haji Uma Bahas Arah Pembangunan Aceh Barat

Sebagai penguat, dalam surat tersebut turut disertakan sejumlah bukti, antara lain:

Tulisan K.F.H. Van Langen dalam buku De Inrichting van het Atjehsche Staatsbestuur onder het Sultanaat (1888), yang menyebut tanah tersebut sebagai bagian dari wakaf Sultan Iskandar Muda.

Peta Belanda tahun 1875 (Kaart Van Onze Tegenwoordige Positie Op Atjeh) yang menunjukkan Blang Padang tidak termasuk wilayah kekuasaan kolonial Belanda.

Peta Blad No. 310 (1906) dan peta Koetaradja tahun 1915 yang mencatat Blang Padang sebagai Aloen-Aloen Kesultanan Aceh, bukan wilayah militer kolonial.

Sertifikat wakaf tanah Blang Punge seluas 7.784 m² yang telah digunakan sebagai fasilitas keagamaan Masjid Raya.

Baca Juga :  Buka Open Donasi Korban Banjir dan Longsor , Seniman Aceh Bergerak

Qanun Kota Banda Aceh Nomor 3 Tahun 2008 yang menetapkan Blang Padang sebagai kawasan terbuka hijau.

Dalam isi surat tersebut, Muzakir Manaf menyampaikan beberapa permohonan kepada Presiden, yakni, Mengembalikan status Blang Padang sebagai tanah wakaf milik Masjid Raya Baiturrahman. Mengembalikan pengelolaan lahan kepada nazir (pengelola wakaf) Masjid Raya Baiturrahman.

Memfasilitasi proses sertifikasi tanah wakaf tersebut dan Memediasi koordinasi antarinstansi terkait agar proses berjalan tertib dan bermartabat.

“Permohonan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan hukum Pemerintah Aceh dalam menjaga amanah wakaf Sultan Iskandar Muda agar tidak menyimpang dari tujuan awal pewakafan,” ujar Mualem dalam suratnya.

Ia berharap Presiden dapat mengabulkan permohonan ini demi keadilan, ketenteraman, serta menjaga marwah syariat Islam dan warisan sejarah di Tanah Serambi Mekkah.(**)

Berita Terkait

Haul Sultan Iskandar Muda ke -389 Ada Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh
Peringati 21 Tahun Tsunami, Pemerintah Aceh Gelar Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor
Anak – Anak Pengungsi Korban Banjir Longsor Aceh “Sekolah Kami Hancur , Kami Ingin Sekolah Lagi,”
Salurkan Bantuan Di Pijay Nama Ketum PIRA di sebut – sebut “ibu Novita Wijayanti Terimakasih dan Kemarilah”
Hadapi Banjir dan Longsor Aceh Harus Kuat Mental
Buka Open Donasi Korban Banjir dan Longsor , Seniman Aceh Bergerak
Sambangi Posko Relawan Mualem – Dek Fadh , Walikota Illiza Tanya Ini 
Setelah untuk umum , Yayasan Azzahra Sehat Harmoni lirik Siswa dan Mahasiswa untuk Pelatihan Chef 
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Desember 2025 - 19:17 WIB

Haul Sultan Iskandar Muda ke -389 Ada Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh

Sabtu, 27 Desember 2025 - 12:59 WIB

Peringati 21 Tahun Tsunami, Pemerintah Aceh Gelar Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor

Sabtu, 20 Desember 2025 - 19:06 WIB

Anak – Anak Pengungsi Korban Banjir Longsor Aceh “Sekolah Kami Hancur , Kami Ingin Sekolah Lagi,”

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:14 WIB

Salurkan Bantuan Di Pijay Nama Ketum PIRA di sebut – sebut “ibu Novita Wijayanti Terimakasih dan Kemarilah”

Senin, 15 Desember 2025 - 23:01 WIB

Hadapi Banjir dan Longsor Aceh Harus Kuat Mental

Berita Terbaru