Kasus Balai Guru Penggerak, Kejaksaan Tinggi Aceh Limpahkan Dua Tersangka ke Kejari Aceh Besar

- Jurnalis

Jumat, 1 Agustus 2025 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Tersangka dugaan Korupsi Balai Guru Penggerak (BGP) Aceh di Tahan (Foto:Dok Ist)

Dua Tersangka dugaan Korupsi Balai Guru Penggerak (BGP) Aceh di Tahan (Foto:Dok Ist)

BERITANANGGROE.com | Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh resmi menyerahkan dua tersangka beserta barang bukti dalam kasus dugaan korupsi pada Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Aceh ke tahap penuntutan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar. Penyerahan berkas perkara dan tersangka ini dilakukan pada Kamis, (31/7/2025) di Bidang Pidana Khusus Kejati Aceh.

Penyerahan tahap II tersebut dilakukan setelah Kejati Aceh menyelesaikan penyidikan dan melengkapi berkas perkara. Selanjutnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejari Aceh Besar akan melanjutkan proses hukum berupa penuntutan dan persidangan terhadap tersangka.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, menyatakan bahwa dua tersangka yang dilimpahkan adalah TW, Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi Aceh sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan M, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BGP Provinsi Aceh tahun anggaran 2022-2023.

“Setelah pelimpahan tahap II, Jaksa Penuntut Umum Kejari Aceh Besar langsung melakukan penahanan terhadap kedua tersangka selama 20 hari, terhitung mulai 31 Juli hingga 19 Agustus 2025,” ujar Ali Rasab.

Baca Juga :  Jelang Perayaan Hari Raya Idul Fitri, Ini Pesan Pangdam IM Bagi Masyarakat yang Mudik

Kedua tersangka saat ini ditahan di Lapas Kelas III Lhoknga, Aceh Besar, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Besar Nomor Print-02/L.1.27/Ft.1/07/2025 dan Print-03/L.1.27/Ft.1/07/2025 tertanggal 31 Juli 2025.

Ali Rasab mengungkapkan, kasus ini bermula dari adanya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara pada pelaksanaan sejumlah program yang dijalankan oleh Balai Guru Penggerak Provinsi Aceh. Kegiatan tersebut antara lain adalah Lokakarya Program Guru Penggerak dan Program Sekolah Penggerak yang dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Aceh, serta kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) guru dalam bentuk fullboard meeting yang diselenggarakan di berbagai hotel.

“Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Nomor 87/LHP/XXI/12/2024 tertanggal 31 Desember 2024, perbuatan kedua tersangka menyebabkan kerugian negara sebesar Rp4.172.724.355,00,” jelas Ali Rasab.

Dalam proses penyidikan, ditemukan sejumlah bukti yang menguatkan dugaan korupsi, termasuk dokumen anggaran, kwitansi fiktif, dan sejumlah saksi yang telah diperiksa.

Baca Juga :  Petani Miskin Asal Aceh Tengah Perjuangkan Keadilan atas Kasus Penganiayaan Anak di Pesantren Bogor

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan dua jenis dakwaan, yaitu dakwaan primair dan subsidair. Dakwaan primair mengacu pada Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sedangkan dakwaan subsidair adalah Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Kejaksaan menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi tetap menjadi prioritas utama untuk menjaga integritas penggunaan anggaran negara dan memastikan akuntabilitas penyelenggaraan program pemerintah di Provinsi Aceh.(**)

Berita Terkait

Haul Sultan Iskandar Muda ke -389 Ada Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh
Peringati 21 Tahun Tsunami, Pemerintah Aceh Gelar Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor
Anak – Anak Pengungsi Korban Banjir Longsor Aceh “Sekolah Kami Hancur , Kami Ingin Sekolah Lagi,”
Salurkan Bantuan Di Pijay Nama Ketum PIRA di sebut – sebut “ibu Novita Wijayanti Terimakasih dan Kemarilah”
Hadapi Banjir dan Longsor Aceh Harus Kuat Mental
Buka Open Donasi Korban Banjir dan Longsor , Seniman Aceh Bergerak
Sambangi Posko Relawan Mualem – Dek Fadh , Walikota Illiza Tanya Ini 
Setelah untuk umum , Yayasan Azzahra Sehat Harmoni lirik Siswa dan Mahasiswa untuk Pelatihan Chef 
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Desember 2025 - 19:17 WIB

Haul Sultan Iskandar Muda ke -389 Ada Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh

Sabtu, 27 Desember 2025 - 12:59 WIB

Peringati 21 Tahun Tsunami, Pemerintah Aceh Gelar Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor

Sabtu, 20 Desember 2025 - 19:06 WIB

Anak – Anak Pengungsi Korban Banjir Longsor Aceh “Sekolah Kami Hancur , Kami Ingin Sekolah Lagi,”

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:14 WIB

Salurkan Bantuan Di Pijay Nama Ketum PIRA di sebut – sebut “ibu Novita Wijayanti Terimakasih dan Kemarilah”

Senin, 15 Desember 2025 - 23:01 WIB

Hadapi Banjir dan Longsor Aceh Harus Kuat Mental

Berita Terbaru