Kupi Nanggroe Gelar Pengajian Rutin, Pondasi Iman Menjadi Topik Pembahasan

- Jurnalis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tgk Maula Muhammad Umar

Tgk Maula Muhammad Umar

BERITANANGGROE.com | Komunitas Gerakan Kemaslahatan Umat (GKU) kembali mengadakan pengajian rutin di Kupi Nanggroe pada Jumat (3/10/2025). Pengajian yang telah menjadi agenda tetap ini menghadirkan Tgk Maula Muhammad Umar sebagai pengisi pengajian

Pada pertemuan kali ini, tema yang diangkat adalah “Pondasi Iman Orang Aceh”, pembahasan itu dikupas berdasarkan dari kitab klasik Masailal Muhtadi, sebuah karya penting dalam khazanah keilmuan Islam di kalangan Ahlussunnah wal Jamaah. Kitab ini secara mendalam membahas prinsip-prinsip dasar iman yang menjadi landasan dalam kehidupan beragama masyarakat Aceh.

Pengajian dimulai pukul 15.00 WIB dan berlangsung hingga menjelang waktu Asar. Acara dipandu oleh Bang Rusli, yang dikenal dengan sapaan akrab Apa Gense, dan dihadiri oleh ratusan jamaah pria dan wanita dari berbagai kawasan di Banda Aceh dan sekitarnya.

Para jamaah tampak antusias menyimak pengajian yang diasuh oleh Tgk Maula Muhammad Umar yang menyampaikan materi dengan bahasa sederhana namun sarat makna. Selain sebagai wadah penguatan akidah, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarsesama warga.

Dalam materi penyampaiannya, Tgk. Maula menekankan pentingnya belajar ilmu agama karena akan mendapat pahala sebanding dengan mengerjakan ibadah sunnah sebanyak 70 kali, begitu besar nilai pahalanya dan ini penting untuk menjaga iman hingga akhir hayat. Ia mengingatkan bahwa meskipun seseorang memeluk Islam sejak lahir, belum tentu ia wafat dalam keadaan Islam jika tidak menjaga hati dan amal, akibat banyak berbuat dosa untuk itu, tiada jalan lain kecual bertaubat dan berzikir untuk mengingat Allah seraya memohon ampunanNya.

Baca Juga :  Ketua PKK Aceh dan DPMG Bahas Sinergi Program Kerja

“Akibat banyak dosa, maka harus bertaubat dengan memperbanyak zikir kepada Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Zikir adalah bentuk pengingat diri, sementara shalawat menjadi harapan kita untuk mendapatkan syafaat Nabi di akhirat kelak,” ujar Tgk. Maula.

Ia juga menjelaskan alasan mengapa kitab Masailal Muhtadi dijadikan rujukan dalam kajian tersebut.

“Kitab ini sangat relevan untuk dipelajari karena memuat ajaran dasar tentang iman yang kokoh. Ketika pondasi iman kuat, maka akhlak dan amal perbuatan seseorang pun akan mengikuti arah yang benar,” katanya.

Selain kegiatan pengajian, pihak Kupi Nanggroe juga menyelenggarakan program sosial berupa pembagian paket sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.Paket bantuan tersebut terkumpul dari hasil sedeqah para jamaah pengajian yang kemudian disalurkan sesuai data masyarakat yang sudah terinventaris. Hal ini disampaikan oleh Owner Kupi Nanggroe, Manzar, S.Km, kepada wartawan beritananggroe.com usai pengajian di Kupi Nanggroe kawasan simpang surabaya Banda Aceh

Baca Juga :  Wakil Gubernur Minta Pengurus Kadin Aceh Dukung Perpanjangan Dana Otsus

“Setiap hari Jumat selain pengajian, kami juga mengumpulkan sedeqah dari jamaah pengajian untuk kemudian kami kemas dalam bentuk bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kontribusi kami untuk membantu sesama,” ungkap Manzar.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini murni gerakan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memberi manfaat bagi yang membutuhkan kepada masyarakat sekitar.

Manzar berharap kegiatan pengajian ini dapat terus berlangsung secara konsisten selain menambah ilmu agama juga dapat menjalin dan memperkuat ukhwah islamiah diantara sesama muslim serta menumbuhkan kepekaan sosial terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Kami ingin Kupi Nanggroe bukan hanya menjadi tempat ngopi, tapi juga tempat bertumbuhnya nilai-nilai keagamaan dan sosial”, sebut Manzar.

Ia juga mengatakan, acara pengajian rutin ini, disamping dapat hadir langsung menyimak di Kupi Nanggroe, juga dapat menyaksikan secara live melalui media sosial Facebook Gerakan Kemaslahatan Ummat yang tayang langsung dari tempat pengajian.Tutupnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, kegiatan rutin ini diharapkan dapat membangun masyarakat yang lebih religius, peduli, dan harmonis di tengah kehidupan urban yang semakin kompleks.(*)

Berita Terkait

Haul Sultan Iskandar Muda ke -389 Ada Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh
Peringati 21 Tahun Tsunami, Pemerintah Aceh Gelar Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor
Anak – Anak Pengungsi Korban Banjir Longsor Aceh “Sekolah Kami Hancur , Kami Ingin Sekolah Lagi,”
Salurkan Bantuan Di Pijay Nama Ketum PIRA di sebut – sebut “ibu Novita Wijayanti Terimakasih dan Kemarilah”
Hadapi Banjir dan Longsor Aceh Harus Kuat Mental
Buka Open Donasi Korban Banjir dan Longsor , Seniman Aceh Bergerak
Sambangi Posko Relawan Mualem – Dek Fadh , Walikota Illiza Tanya Ini 
Setelah untuk umum , Yayasan Azzahra Sehat Harmoni lirik Siswa dan Mahasiswa untuk Pelatihan Chef 
Berita ini 212 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 27 Desember 2025 - 19:17 WIB

Haul Sultan Iskandar Muda ke -389 Ada Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh

Sabtu, 27 Desember 2025 - 12:59 WIB

Peringati 21 Tahun Tsunami, Pemerintah Aceh Gelar Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor

Sabtu, 20 Desember 2025 - 19:06 WIB

Anak – Anak Pengungsi Korban Banjir Longsor Aceh “Sekolah Kami Hancur , Kami Ingin Sekolah Lagi,”

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:14 WIB

Salurkan Bantuan Di Pijay Nama Ketum PIRA di sebut – sebut “ibu Novita Wijayanti Terimakasih dan Kemarilah”

Senin, 15 Desember 2025 - 23:01 WIB

Hadapi Banjir dan Longsor Aceh Harus Kuat Mental

Berita Terbaru