Wagub Aceh: FKPA Harus Jadi Wadah Aktualisasi dan Pemberdayaan Perempuan

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus DPP Forum Kreatif Perempuan Aceh (DPP-FKPA) di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Jumat (29/8/2025).

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, S.E., memberikan sambutan pada Pelantikan Pengurus DPP Forum Kreatif Perempuan Aceh (DPP-FKPA) di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, Jumat (29/8/2025).

BERITANANGGROE.com | Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE., menegaskan bahwa Forum Kreatif Perempuan Aceh (FKPA) harus menjadi wadah aktualisasi, kolaborasi, dan pemberdayaan perempuan Aceh di berbagai bidang, terutama seni, budaya, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadhlullah saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Pusat dan Dewan Pimpinan Daerah FKPA periode 2025–2030 di Banda Aceh, Jumat (29/8)2025). Pelantikan dilakukan oleh Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar, yang mengukuhkan Hj. Kartini sebagai Ketua Umum dan Dra. Muslihah sebagai Sekretaris, bersama puluhan pengurus lainnya dari 20 DPD FKPA se-Aceh.

Wagub menekankan peran perempuan Aceh sebagai kekuatan utama dalam menjaga martabat, budaya, dan peradaban, dengan mencontohkan tokoh-tokoh sejarah seperti Cut Nyak Dhien, Laksamana Malahayati, dan Pocut Meurah Intan.

“Kita hidupkan kembali semangat kepemimpinan dan kreativitas perempuan Aceh melalui FKPA,” ujar Fadhlullah.

Fadhlullah juga menyoroti kontribusi perempuan dalam sektor ekonomi, khususnya UMKM. Ia mengutip data nasional yang menunjukkan 64 persen pelaku UMKM adalah perempuan, dengan jumlah di Aceh yang bahkan lebih banyak dibanding laki-laki. Perempuan Aceh berperan aktif dalam usaha kuliner, kerajinan, fesyen, dan pemasaran digital, yang turut memperkuat budaya lokal sekaligus bersaing di pasar nasional dan global.

Baca Juga :  Shalat Idul Adha di Masjid Raya Baiturrahman, Mualem Serahkan Dua Hewan Qurban 

Dalam kesempatan yang sama, Fadhlullah menyampaikan bahwa pembangunan Aceh ke depan harus berakar pada desa atau gampong. Ia menjelaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini berjalan di 206 titik dapur, dengan 70 dapur yang sudah beroperasi, dan ditargetkan seluruhnya aktif pada akhir tahun 2025.

“Saya ingin menyampaikan bahwa koperasi Merah Putih akan berdiri di setiap desa untuk memudahkan akses kebutuhan masyarakat seperti pupuk dan LPG. Koperasi ini juga akan menjadi pemasok utama program MBG. Pertumbuhan ekonomi Aceh ada di tingkat gampong,” ujar Wagub.

Sementara itu, Ketua Umum FKPA, Hj. Kartini, mengungkapkan rasa bangganya atas kehadiran para perempuan dari berbagai daerah yang datang ke Banda Aceh untuk pelantikan. FKPA lahir dari semangat 31 organisasi perempuan lintas profesi, bukan sekadar organisasi tetapi gerakan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan Pancasila, dengan fokus pada peningkatan kompetensi dan kemandirian perempuan dalam pembangunan daerah.

Baca Juga :  Ragukan Media Pers, Jurnalis Tegaskan Peran Strategis

Kartini menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan mitra strategis dalam mendukung program pembangunan.

“Kami ingin meneguhkan semangat bahwa perempuan Aceh harus kreatif, tangguh, bermartabat, serta mampu memberikan kontribusi nyata. Dari FKPA, kita berharap lahir perempuan Aceh yang unggul dan berdaya saing,” katanya.

Kartini juga mengajak seluruh anggota FKPA dan masyarakat untuk menjaga kebersamaan sebagai kekuatan dalam pengabdian bagi Aceh.

Pelantikan FKPA turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A) Meutia Juliana, istri Wakil Gubernur Aceh Hj. Mukarramah, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat.(**)

Berita Terkait

SAPA Minta Kejati Aceh Percepat Penanganan Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM
Haul Sultan Iskandar Muda ke -389 Ada Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh
Peringati 21 Tahun Tsunami, Pemerintah Aceh Gelar Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor
Anak – Anak Pengungsi Korban Banjir Longsor Aceh “Sekolah Kami Hancur , Kami Ingin Sekolah Lagi,”
Salurkan Bantuan Di Pijay Nama Ketum PIRA di sebut – sebut “ibu Novita Wijayanti Terimakasih dan Kemarilah”
Hadapi Banjir dan Longsor Aceh Harus Kuat Mental
Buka Open Donasi Korban Banjir dan Longsor , Seniman Aceh Bergerak
Sambangi Posko Relawan Mualem – Dek Fadh , Walikota Illiza Tanya Ini 
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:49 WIB

SAPA Minta Kejati Aceh Percepat Penanganan Dugaan Korupsi Beasiswa BPSDM

Sabtu, 27 Desember 2025 - 19:17 WIB

Haul Sultan Iskandar Muda ke -389 Ada Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh

Sabtu, 27 Desember 2025 - 12:59 WIB

Peringati 21 Tahun Tsunami, Pemerintah Aceh Gelar Doa Bersama untuk Korban Banjir dan Longsor

Sabtu, 20 Desember 2025 - 19:06 WIB

Anak – Anak Pengungsi Korban Banjir Longsor Aceh “Sekolah Kami Hancur , Kami Ingin Sekolah Lagi,”

Jumat, 19 Desember 2025 - 14:14 WIB

Salurkan Bantuan Di Pijay Nama Ketum PIRA di sebut – sebut “ibu Novita Wijayanti Terimakasih dan Kemarilah”

Berita Terbaru