Jembatan Diterjang Banjir, Warga Gayo Lues Salurkan Makanan Bergizi Lewat Sungai

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Pertik Kecamatan Pining Gayo Lues menyalurkan Makanan Bergizi kepada penerima manfaat yaitu anak sekolah, ibu hamil dan balita dengan menyeberangi sungai akibat jembatan putus diterjang banjir, Rabu (8/4/2026).

Warga Desa Pertik Kecamatan Pining Gayo Lues menyalurkan Makanan Bergizi kepada penerima manfaat yaitu anak sekolah, ibu hamil dan balita dengan menyeberangi sungai akibat jembatan putus diterjang banjir, Rabu (8/4/2026).

BERITANANGGROE.com | Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues mengakibatkan kerusakan infrastruktur, termasuk putusnya jembatan penghubung di Dusun Benteng, Desa Pertik, Kecamatan Pining. Kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski akses tergangjgu, warga setempat tetap berupaya menyalurkan makanan bergizi kepada penerima manfaat, yakni anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Distribusi dilakukan dengan menyeberangi sungai karena jembatan yang sebelumnya digunakan tidak dapat dilalui.

Baca Juga :  Hadiri Rakorgub se-Sumatera, Wagub Aceh Dek Fadh Dorong Sumatera Jadi Kekuatan Ekonomi

Dusun Benteng merupakan wilayah pegunungan dengan akses terbatas. Pascabencana, kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas, termasuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keterbatasan peralatan tidak menghentikan kegiatan memasak yang dilakukan oleh relawan dan warga.

Setiap hari, makanan yang telah disiapkan kemudian dikemas dalam wadah dan didistribusikan ke lokasi penerima manfaat di seberang sungai.

Sementara itu, dalam proses distribusi, warga menggunakan tandu sederhana yang dirakit dari bambu untuk mengangkut makanan. Wadah makanan diikat pada tandu, lalu dipikul secara bergantian oleh relawan saat menyeberangi sungai.

Baca Juga :  Ada Apa ? Dekopinwil Aceh Pertanyakan Pengalihan Kantor Jadi Kantor REDD

Upaya ini dilakukan agar penyaluran makanan tetap berlangsung di tengah keterbatasan akses akibat bencana. Warga menyatakan distribusi dilakukan secara rutin sesuai kemampuan dan kondisi di lapangan.

Peristiwa ini mencerminkan upaya masyarakat dalam menjaga keberlanjutan distribusi bantuan di wilayah terdampak bencana, meskipun menghadapi kendala infrastruktur dan geografis.(**)

Berita Terkait

Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan MAPIM, Jajaki Kerja Sama Strategis Aceh–Malaysia
Sinergitas Bank Aceh dan Komisi III DPRA untuk Optimalisasi PAD Aceh
Sah! DJP Terbitkan Aturan Printer Meterai Teraan Digital, Berlaku Mulai 22 September 2026
Ketua Satgas PPA Mustafa Abdullah Pimpin Langsung Pembersihan Babo: Kalau Tidak Ditangani, Banjir Akan Naik Lagi
Wali Nanggroe Aceh Disambut Peusijuek Setelah Kembali dari Pengobatan di Malaysia
Wali Nanggroe Bawa Pengalaman Perdamaian Aceh ke Global Town Hall 2026
Lembaga Wali Nanggroe Dorong Penguatan Konservasi Berbasis Adat untuk Menjaga Hutan Aceh
Ada Apa ? Dekopinwil Aceh Pertanyakan Pengalihan Kantor Jadi Kantor REDD
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan MAPIM, Jajaki Kerja Sama Strategis Aceh–Malaysia

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Sah! DJP Terbitkan Aturan Printer Meterai Teraan Digital, Berlaku Mulai 22 September 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Satgas PPA Mustafa Abdullah Pimpin Langsung Pembersihan Babo: Kalau Tidak Ditangani, Banjir Akan Naik Lagi

Rabu, 30 September 2026 - 21:21 WIB

Wali Nanggroe Aceh Disambut Peusijuek Setelah Kembali dari Pengobatan di Malaysia

Kamis, 24 September 2026 - 21:03 WIB

Wali Nanggroe Bawa Pengalaman Perdamaian Aceh ke Global Town Hall 2026

Berita Terbaru