BERITANANGGROE.com | Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Model Kota Banda Aceh menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di lingkungan sekolah, Kamis (22/10/2026).
Kepala MIN 6 Model Banda Aceh, Dr. Dahrina . S.Ag., M.A. mengatakan peringatan Maulid Nabi merupakan wujud kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW.
“Kegiatan Maulid Nabi ini kita laksanakan sebagai bentuk cinta kita umat Islam kepada Rasulullah atas kelahirannya. Kita mengadakan khanduri dengan mengundang kerabat, alumni, para mantan guru, dan wali murid untuk hadir di sini,” ujar Dr. Dahrina.
Kegiatan tersebut diisi dengan ceramah Maulid yang disampaikan oleh Ustad Husni , serta penampilan nasyid rebana dari siswi MIN 6 Model Banda Aceh yang berlangsung khidmat dan penuh antusias.
Dr. Dahrina menambahkan, peringatan Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi agar tidak terputus dengan para mantan guru dan keluarga besar madrasah.
“Maulid Nabi juga mempererat tali silaturahmi agar tidak hilang dengan mantan-mantan guru di sini dulu maupun kerabat lainnya. Intinya jangan pernah melupakan jasa-jasa guru-guru di sini yang telah bersusah payah memajukan madrasah ini,” kata Kepala MIN 6 Model Banda Aceh.
Sebagai kepala MIN model 6 Banda Aceh baru yang dilantik pada 21 Oktober 2026, Dr. Dahrina mengaku mengemban tugas yang tidak ringan untuk terus memajukan MIN 6 Model Banda Aceh dengan mengembangkan potensi dan mutu siswa.
Tantangan pertama yang harus dihadapi, MIN 6 Model Banda Aceh dipercaya menjadi tuan rumah menerima 187 tamu dari Aceh Tengah menginap di madrasah tersebut dalam rangka kegiatan Apresiasi Madrasah 2026.
“Ini tantangan pertama saya bersama guru-guru di sini, dengan melakukan persiapan mulai dari kebersihan sekolah, mulai dari kelas, kamar mandi, dan halaman yang harus bersih, begitu juga ruangan VIP-nya,” ungkap Dr. Dahrina.
“Saya bersyukur dengan adanya kegiatan Apresiasi Madrasah ini dan kepercayaan itu diberikan kepada MIN 6 Model Banda Aceh,” tambahnya.
Menanggapi maraknya kasus bullying di kalangan anak sekolah, Dr. Dahrina menegaskan pentingnya pengawasan khusus serta sinergi peran guru dan orang tua murid.
Menurutnya, MIN 6 Model Banda Aceh memiliki program unggulan untuk mendidik anak agar terhindar dari bullying dan memperkuat keimanan, yakni gerakan siswa wajib shalat subuh berjamaah.
“Tujuannya untuk membentuk karakter anak-anak sedini mungkin untuk mengenal siapa Tuhannya. Dengan begitu rasa benci, dendam, maupun kepribadian buruk tidak terjadi, karena mereka punya Allah SWT,” ujarnya.
“Jadi karakter anak-anak harus kita tanamkan kebaikan sedini mungkin agar mereka nantinya bisa menjadi sosok yang baik dan berguna,” tutup Dr. Dahrina.












