Mualem Desak Pemerintah Pusat, Tiga Persoalan Aceh Segera Diselesaikan

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mualem dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, meminta pemerintah pusat segera menuntaskan tiga persoalan Aceh yaitu, dana otsus, bendera dan status tanah wakaf blang padang di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026). Foto: Hms Aceh

Mualem dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, meminta pemerintah pusat segera menuntaskan tiga persoalan Aceh yaitu, dana otsus, bendera dan status tanah wakaf blang padang di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026). Foto: Hms Aceh

BERITANANGGROE.com l Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) bersama Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah (Dek Fadh) mendesak Pemerintah Pusat segera menuntaskan tiga persoalan strategis yang berkaitan dengan kekhususan Aceh, yakni keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus), kepastian status tanah wakaf Lapangan Blang Padang, serta penyelesaian persoalan Bendera Aceh.

Desakan tersebut disampaikan Mualem dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Jakarta Pusat, Senin (2/11/2026).

Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Nakula, Gedung A Lantai 6 Kemenko Polkam itu dipimpin langsung Menko Polkam RI Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman. Turut hadir Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, Mendagri Jenderal Pol. (Purn.) Prof. Drs. H. Tito Karnavian, M.A., Ph.D., Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam pertemuan tersebut, Mualem didampingi Dek Fadh dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh. Ia menekankan pentingnya langkah konkret Pemerintah Pusat agar berbagai persoalan yang menyangkut kekhususan Aceh tidak terus berlarut-larut.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Aceh Diproyeksi Makin Menguat, Sekda Aceh: Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi

“Kami memohon agar pembahasan terkait Dana Otsus Aceh, persoalan tanah wakaf Blang Padang, maupun Bendera Aceh segera dituntaskan. Harapan kami, semua persoalan ini tidak terus berlarut-larut ke depannya,” tegas Mualem.

Merespons aspirasi tersebut, Menko Polkam Dudung Abdurachman menyatakan Pemerintah Pusat berkomitmen mengawal penyelesaian ketiga persoalan yang disampaikan Pemerintah Aceh.

Terkait Lapangan Blang Padang, Dudung menegaskan negara akan hadir memberikan kepastian hukum atas status tanah wakaf tersebut dengan tetap menghormati kekhususan Aceh.

Sementara mengenai Dana Otsus, Pemerintah Pusat menyepakati pentingnya menjaga keberlanjutan dana tersebut sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Komitmen menjaga kelanjutan Dana Otsus Aceh untuk pembangunan ke depan akan terus kita kawal,” kata Dudung.

Adapun menyangkut persoalan Bendera Aceh, Dudung menyebut Pemerintah Pusat akan mengedepankan dialog konstruktif bersama Pemerintah Aceh dan seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi terbaik.

Baca Juga :  Kejati Aceh Tetapkan Sekda Aceh Jaya dan Dua Orang Lainnya Menjadi Tersangka, Ini Kasusnya

“Walaupun itu memerlukan waktu, kita akan mendorong supaya semua tuntas,” tambahnya.

Rakor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan kekhususan Aceh.

Melalui komunikasi dan pembahasan bersama, diharapkan tercapai kepastian hukum serta solusi yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh.

Dalam pertemuan itu, Mualem dan Dek Fadh turut didampingi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadli, Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., Pangdam Iskandar Muda Brigjen TNI Mahesa Fitriadi, Ketua Komisi I DPRA Muharuddin, Pj. Sekda Aceh Taufik, S.T., M.Si., Panitera Mahkamah Syariah Aceh Saiful Alamsyah, S.Ag., S.H., M.H., M.M., Kepala BPN Aceh Dr. Ir. Arinaldi, S.SiT., S.H., M.M., QCRO, serta sejumlah pejabat lainnya.(**)

Berita Terkait

Pj Sekda Ajukan APBA 2027 Rp10,37 Triliun, Ini Fokus Program Pemerintah Aceh
Pj Sekda Aceh dan SKPA Ikuti Bimtek 1.800 Kasus Korupsi Terungkap, Ini Penegasan KPK
Kabut Asap Karhutla Melanda Aceh, Gubernur Mualem Intruksikan Faskes Siaga 24 Jam
Lantik Taufik Sebagai Pj Sekda Aceh, Mualem Tekankan Pentingnya Sinergi dan Pelayanan Publik
Terima Utusan Menteri Agama, Fadhlullah Dorong Sinergi Program Keagamaan Pusat dan Daerah
Perkuat Literasi dan Akselerasi Ekonomi Syariah, Plt Sekda Aceh Buka SYAFIF Goes to Aceh
Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Wagub Aceh Fadhlullah Gelar Pertemuan Strategis Bersama Yusril Ihza Mahendra
Wagub Aceh Fadhlullah Usulkan Penyediaan Alat Berat untuk Daerah Rawan Banjir
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 12:58 WIB

Mualem Desak Pemerintah Pusat, Tiga Persoalan Aceh Segera Diselesaikan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Pj Sekda Aceh dan SKPA Ikuti Bimtek 1.800 Kasus Korupsi Terungkap, Ini Penegasan KPK

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Kabut Asap Karhutla Melanda Aceh, Gubernur Mualem Intruksikan Faskes Siaga 24 Jam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Lantik Taufik Sebagai Pj Sekda Aceh, Mualem Tekankan Pentingnya Sinergi dan Pelayanan Publik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Terima Utusan Menteri Agama, Fadhlullah Dorong Sinergi Program Keagamaan Pusat dan Daerah

Berita Terbaru