BERITANANGGROE.com | Banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues mengakibatkan kerusakan infrastruktur, termasuk putusnya jembatan penghubung di Dusun Benteng, Desa Pertik, Kecamatan Pining. Kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat, termasuk distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski akses tergangjgu, warga setempat tetap berupaya menyalurkan makanan bergizi kepada penerima manfaat, yakni anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Distribusi dilakukan dengan menyeberangi sungai karena jembatan yang sebelumnya digunakan tidak dapat dilalui.
Dusun Benteng merupakan wilayah pegunungan dengan akses terbatas. Pascabencana, kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas, termasuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Keterbatasan peralatan tidak menghentikan kegiatan memasak yang dilakukan oleh relawan dan warga.
Setiap hari, makanan yang telah disiapkan kemudian dikemas dalam wadah dan didistribusikan ke lokasi penerima manfaat di seberang sungai.
Sementara itu, dalam proses distribusi, warga menggunakan tandu sederhana yang dirakit dari bambu untuk mengangkut makanan. Wadah makanan diikat pada tandu, lalu dipikul secara bergantian oleh relawan saat menyeberangi sungai.
Upaya ini dilakukan agar penyaluran makanan tetap berlangsung di tengah keterbatasan akses akibat bencana. Warga menyatakan distribusi dilakukan secara rutin sesuai kemampuan dan kondisi di lapangan.
Peristiwa ini mencerminkan upaya masyarakat dalam menjaga keberlanjutan distribusi bantuan di wilayah terdampak bencana, meskipun menghadapi kendala infrastruktur dan geografis.(**)












