BERITANANGGROE.Com | Kelangkaan pasokan semen di Aceh dan Sumatera Utara mulai mengganggu pembangunan. Ikatan Dewan Pengembang Rumah Berdikari (IKADERI) meminta pemerintah, produsen, dan distributor segera mengambil langkah agar distribusi kembali normal.
Ketua DPP IKADERI Afwal Winardy, S.T., M.T. menilai kondisi ini ironis. Sebab Aceh merupakan salah satu provinsi yang memiliki pabrik semen.
“Sangat disayangkan. Masa iya daerah penghasil semen justru mengalami kelangkaan. Ini harus jadi perhatian serius semua pihak,” kata Afwal saat meninjau proyek perumahan anggota IKADERI di Aceh Tamiang, Minggu (2/8/2026).
Afwal menjelaskan, 2 bulan terakhir pengembang kesulitan mendapatkan semen. Akibatnya banyak proyek perumahan melambat, biaya konstruksi naik 8-12%, dan jadwal serah terima ke konsumen mundur.
Dampaknya tidak hanya ke pengembang. Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sudah inden rumah juga ikut dirugikan.
“Kalau ini terus berlanjut, bukan hanya pembangunan yang terhambat. Ribuan tenaga kerja, toko material, supir truk, sampai UMKM ikut kena imbasnya. Efek berganda sektor perumahan ini besar sekali,” ujarnya.
IKADERI mendesak ada koordinasi antara Pemda, Kementerian PUPR, produsen semen, dan distributor untuk mengamankan pasokan di Aceh dan Sumut. Dua provinsi ini merupakan barometer pembangunan perumahan di Sumatera.
“Harapan kami sederhana. Normalkan pasokan. Beri kepastian ke masyarakat dan jaga iklim investasi. Jangan sampai program 3 Juta Rumah yang jadi Asta Cita Presiden ikut terhambat karena persoalan semen,” tegas Afwal.
Ia menegaskan IKADERI siap duduk bersama semua pihak untuk mencari solusi. Tujuannya satu: memastikan masyarakat MBR tetap bisa memiliki rumah yang layak, berkualitas, dan berkelanjutan.












