Wagub Aceh Bersama Wamendagri Tinjau Langsung Lapangan Blang Padang, Bahas Status dan Pengelolaan Lahan

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Fadhlullah bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Ketua DPRA Zulfadhli, serta berbagai unsur terkait meninjau langsung Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Rabu (19/8/2026) sore.

Wagub Fadhlullah bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Ketua DPRA Zulfadhli, serta berbagai unsur terkait meninjau langsung Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Rabu (19/8/2026) sore.

BERITANANGGROE.com | Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meninjau langsung kawasan Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Rabu (19/8/2026) sore.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadhli, sejumlah anggota DPRA, serta unsur terkait lainnya.

Kunjungan lapangan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kawasan Blang Padang sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan status, sejarah, dan pengelolaan lahan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat Aceh.

Blang Padang merupakan salah satu kawasan terbuka yang berada di pusat Kota Banda Aceh dan memiliki luas sekitar 8,9 hektare. Kawasan tersebut memiliki nilai strategis, baik dari sisi tata ruang maupun sejarah, sehingga persoalan mengenai status lahannya menjadi perhatian pemerintah dan berbagai pihak.

Bahas Status Lahan

Dalam peninjauan tersebut, Wagub Aceh bersama Wamendagri, Wali Kota Banda Aceh, pimpinan dan anggota DPRA serta unsur terkait melihat kondisi kawasan secara langsung. Mereka juga berdialog mengenai sejumlah persoalan yang berkaitan dengan status dan pengelolaan Blang Padang.

Baca Juga :  Dinilai Kelola Tata Keuangan Secara Baik, Aceh Kembali Raih WTP

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah status lahan Blang Padang yang hingga kini belum bersertifikat. Kawasan tersebut juga masih berkaitan dengan pembahasan mengenai klaim tanah wakaf historis Masjid Raya Baiturrahman serta pengelolaannya oleh TNI Angkatan Darat (TNI AD).

Pembahasan mengenai status Blang Padang tidak hanya menyangkut aspek administratif pertanahan, tetapi juga berkaitan dengan aspek sejarah dan kepentingan masyarakat. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta pihak-pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan kawasan tersebut.

Dalam pertemuan dan peninjauan lapangan itu, para pihak membahas kemungkinan langkah penyelesaian yang dapat ditempuh dengan tetap mengacu pada ketentuan hukum dan dokumen yang dapat menjadi dasar dalam menentukan status serta pengelolaan lahan.

Pemerintah Aceh Dorong Penyelesaian

Pemerintah Aceh terus mendorong agar persoalan Blang Padang dapat diselesaikan melalui koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat serta seluruh pihak terkait.

Pemerintah Aceh menilai penyelesaian persoalan tersebut perlu dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk ketentuan hukum, sejarah kawasan, kepentingan masyarakat, serta kemaslahatan Aceh secara keseluruhan.

Baca Juga :  Sekda Aceh Muhammad Nasir Ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Kehadiran Wamendagri dalam peninjauan lapangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mencari jalan keluar atas persoalan yang telah berlangsung dan menjadi perhatian publik.

Persoalan Blang Padang sebelumnya juga telah menjadi perhatian berbagai pihak, terutama berkaitan dengan sejarah tanah yang dikaitkan dengan wakaf Masjid Raya Baiturrahman dan status pengelolaannya.

Dengan peninjauan langsung ke lokasi, pemerintah berharap pembahasan mengenai Blang Padang tidak hanya dilakukan pada tingkat administratif, tetapi juga dapat melihat kondisi faktual kawasan serta berbagai kepentingan yang melekat di dalamnya.

Pemerintah Aceh berharap proses koordinasi dan pembahasan yang dilakukan bersama pemerintah pusat, Pemerintah Kota Banda Aceh, DPRA, TNI AD, serta pihak terkait lainnya dapat menghasilkan titik temu dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak.

Penyelesaian persoalan tersebut juga diharapkan tetap menjaga nilai sejarah Blang Padang, memperhatikan kepentingan masyarakat, serta memastikan pengelolaan kawasan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(**)

Berita Terkait

Tokoh Pendakwah, Tgk Kasem Meukat Ubat Meninggal Dunia di Tanjung Pura
21 Tahun Perdamaian Aceh, Fadhlullah Tekankan Keadilan dan Kesejahteraan Jadi Ukuran Keberhasilan
Bank Aceh Syariah Resmi Mulai Persiapan jadi Bank Devisa
SERUAN WALI NANGGROE ACEH MENJELANG HARI DAMAI ACEH KE-21
Diduga Lecehkan Anak di Bawah Umur, Pemilik Wisma di Lambhuk Dilaporkan ke Polresta Banda Aceh
Kebakaran Aceh Tengah Hanguskan 96 Bangunan, Pemerintah Aceh Kirim Bantuan Darurat
HUT ke-53 Bank Aceh: Momentum Memperkuat Amanah, Menumbuhkan Keberkahan Bagi Aceh
Selesaikan Sengketa Warga Lewat Adat, Ini Langkah Baru Lembaga Wali Nanggroe
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Wagub Aceh Bersama Wamendagri Tinjau Langsung Lapangan Blang Padang, Bahas Status dan Pengelolaan Lahan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Tokoh Pendakwah, Tgk Kasem Meukat Ubat Meninggal Dunia di Tanjung Pura

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:31 WIB

21 Tahun Perdamaian Aceh, Fadhlullah Tekankan Keadilan dan Kesejahteraan Jadi Ukuran Keberhasilan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Bank Aceh Syariah Resmi Mulai Persiapan jadi Bank Devisa

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:41 WIB

SERUAN WALI NANGGROE ACEH MENJELANG HARI DAMAI ACEH KE-21

Berita Terbaru