Buka Jalur Dagang ke Malaysia, Aceh Garap Regulasi Pelayaran Langsung Krueng Geukueh–Penang

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Sekda Aceh, Taufik,  percepat realisasi pembukaan rute pelayaran internasional dari Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, menuju Penang dan minta seluruh instansi terkait untuk segera menyelesaikan setiap tahapan penyusunan regulasi, Senin (7/9/2026).

Plt Sekda Aceh, Taufik, percepat realisasi pembukaan rute pelayaran internasional dari Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, menuju Penang dan minta seluruh instansi terkait untuk segera menyelesaikan setiap tahapan penyusunan regulasi, Senin (7/9/2026).

BERITANANGGROE.com | Pemerintah Aceh tengah mengakselerasi penyusunan Rancangan Peraturan Gubernur (Ranpergub) untuk mempercepat pembukaan rute pelayaran internasional langsung dari Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, menuju Penang, Malaysia.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan komitmen Pemerintah Aceh di bawah arahan Gubernur Muzakir Manaf untuk memperkuat konektivitas ekonomi wilayah melalui jalur laut.

“Ranpergub yang sedang dirancang ini akan menjadi payung hukum yang mengatur hubungan fiskal dan korporasi antara Pemerintah Aceh dan BUMD, dalam hal ini PT Pembangunan Aceh (PEMA),” ujar Taufik saat memimpin rapat persiapan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kemendagri di Banda Aceh.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Asisten Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan T. Robby Irza, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Adi Darma, serta Kepala Biro Hukum Amrizal J. Prang.

Baca Juga :  Demi Keselamatan Pengguna Jalan, Tol Padang Tiji–Seulimeum Ditutup Mulai Hari Ini, Pengendara Dialihkan ke Saree

Taufik meminta seluruh instansi terkait bergerak cepat menyelesaikan setiap tahapan penyusunan regulasi sebelum pembahasan lanjutan bersama Direktorat Keuangan Daerah dan BUMD Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Meski Pemerintah Aceh menyusun Ranpergub untuk tata kelola BUMD, aspek perizinan angkutan laut dan tata kelola kepelabuhanan tetap berada di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sendiri telah menyatakan dukungannya terhadap rencana pelayaran langsung ini.

Sementara itu, Asisten II Setda Aceh, T. Robby Irza, mengingatkan bahwa Pelabuhan Krueng Geukueh secara historis telah dibuka untuk perdagangan luar negeri sejak terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri pada 1985. Namun, kesiapan fasilitas penunjang tetap perlu ditingkatkan.

Baca Juga :  Serahkan Laporan Keuangan 2025, Wagub Fadhlullah Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas

“PT Pelindo selaku operator pelabuhan dituntut untuk terus membenahi dan meningkatkan fasilitas penunjang di area pelabuhan guna mendukung operasional pelayaran internasional,” kata Robby.

Selain kesiapan pelabuhan, armada kapal yang melayani rute Krueng Geukueh–Penang diwajibkan memenuhi standar keselamatan pelayaran internasional Safety of Life at Sea (SOLAS) 1974.

Robby menambahkan, meski secara teknis berbagai jenis kapal diperbolehkan melintas, mekanisme operasional kendaraan darat lintas batas masih memerlukan regulasi khusus.

“Skema untuk kendaraan lintas batas antara Indonesia dan Malaysia masih memerlukan kesepakatan bilateral khusus, mengingat kerangka kerja sama ASEAN tidak otomatis mengatur regulasi penyeberangan armada darat,” pungkasnya.(**)

Berita Terkait

Pj Sekda Ajukan APBA 2027 Rp10,37 Triliun, Ini Fokus Program Pemerintah Aceh
Pj Sekda Aceh dan SKPA Ikuti Bimtek 1.800 Kasus Korupsi Terungkap, Ini Penegasan KPK
Kabut Asap Karhutla Melanda Aceh, Gubernur Mualem Intruksikan Faskes Siaga 24 Jam
Lantik Taufik Sebagai Pj Sekda Aceh, Mualem Tekankan Pentingnya Sinergi dan Pelayanan Publik
Terima Utusan Menteri Agama, Fadhlullah Dorong Sinergi Program Keagamaan Pusat dan Daerah
Perkuat Literasi dan Akselerasi Ekonomi Syariah, Plt Sekda Aceh Buka SYAFIF Goes to Aceh
Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Wagub Aceh Fadhlullah Gelar Pertemuan Strategis Bersama Yusril Ihza Mahendra
Wagub Aceh Fadhlullah Usulkan Penyediaan Alat Berat untuk Daerah Rawan Banjir
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Pj Sekda Ajukan APBA 2027 Rp10,37 Triliun, Ini Fokus Program Pemerintah Aceh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Pj Sekda Aceh dan SKPA Ikuti Bimtek 1.800 Kasus Korupsi Terungkap, Ini Penegasan KPK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Lantik Taufik Sebagai Pj Sekda Aceh, Mualem Tekankan Pentingnya Sinergi dan Pelayanan Publik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Terima Utusan Menteri Agama, Fadhlullah Dorong Sinergi Program Keagamaan Pusat dan Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Perkuat Literasi dan Akselerasi Ekonomi Syariah, Plt Sekda Aceh Buka SYAFIF Goes to Aceh

Berita Terbaru