Bayi Hidrosefalus Asal Bireuen Gagal Operasi karena Biaya, Haji Uma Beri Bantuan

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 17:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma Memfasilitasi keberangkatan pasien ke Banda Aceh untuk menjalani perawatan di RSUZA di bawah pendampingan staf kantor DPD RI Perwakilan Aceh, Kamis (9/4/2026)

Anggota DPD RI Asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma Memfasilitasi keberangkatan pasien ke Banda Aceh untuk menjalani perawatan di RSUZA di bawah pendampingan staf kantor DPD RI Perwakilan Aceh, Kamis (9/4/2026)

BERITANANGGROE.com | Seorang bayi perempuan berusia 27 hari asal Gampong Mata Mamplam, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Ashadia Innara, gagal menjalani operasi akibat keterbatasan biaya.

Bayi tersebut merupakan putri pasangan Suryadi (43) dan Marlina (39) yang diketahui hidup dalam kondisi ekonomi terbatas. Selain biaya operasi, keluarga juga tidak memiliki ongkos transportasi menuju Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh serta kebutuhan pendamping selama perawatan.

Saat ini, keluarga tersebut tinggal di kios sewaan dengan kondisi serba kekurangan.

Baca Juga :  Larang Pungli dalam Penerimaan Murid Baru, Gubernur Aceh Keluarkan Surat Edaran

Informasi mengenai kondisi itu kemudian diterima anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau yang dikenal sebagai Haji Uma. Menindaklanjuti hal tersebut, ia melakukan koordinasi untuk membantu proses keberangkatan dan penanganan medis pasien.

Koordinasi dilakukan melalui Liaison Officer (LO) di Kabupaten Bireuen, Nazaruddin (Abu Saba), yang selanjutnya memfasilitasi keberangkatan pasien ke Banda Aceh. Ashadia Innara kini menjalani perawatan di RSUDZA di bawah pendampingan staf Kantor DPD RI perwakilan Aceh.

“Kami memberikan perhatian khusus karena kondisi pasien memprihatinkan dan berasal dari keluarga kurang mampu,” kata Haji Uma, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga :  Sambut Idul Adha, Gubernur Muzakir Manaf Santuni 3.000 Anak Yatim

Ia menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi pasien selama menjalani perawatan.

Secara medis, hidrosefalus merupakan kondisi akibat gangguan aliran cairan serebrospinal di otak yang menyebabkan penumpukan cairan dan peningkatan tekanan di dalam kepala, sehingga berisiko merusak jaringan otak.

Saat ini, Ashadia Innara masih dalam penanganan tim medis di RSUDZA Banda Aceh. Keluarga berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar kondisi bayi tersebut segera membaik.(**)

Berita Terkait

Wagub Aceh: MBG Jadi Fondasi Penguatan SDM dan Pengentasan Ketimpangan
Gubernur Aceh Kukuhkan Marlina Jadi Bunda PAUD, Bunda Literasi dan Ketua Forikan
Peringati Pekan Imunisasi Dunia, Ketua TP PKK Aceh Kunjungi Posyandu
Marlina Usman Kunjungi Dapur MBG dan Dukung Pemenuhan Gizi Masyarakat
Gubernur Aceh Resmikan Instalasi Rehabilitasi Terpadu Kuta Malaka
Rancang Sektor Kesehatan, Gubernur Muzakir Manaf Gelar Pertemuan dengan Investor Malaysia
Pastikan JKA Tepat Sasaran, Gubernur Serukan Pembenahan Data
Terungkap, 38 Ribu Keluarga di Aceh Berisiko Stunting
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 17:45 WIB

Bayi Hidrosefalus Asal Bireuen Gagal Operasi karena Biaya, Haji Uma Beri Bantuan

Senin, 7 Juli 2025 - 17:00 WIB

Wagub Aceh: MBG Jadi Fondasi Penguatan SDM dan Pengentasan Ketimpangan

Selasa, 20 Mei 2025 - 21:42 WIB

Gubernur Aceh Kukuhkan Marlina Jadi Bunda PAUD, Bunda Literasi dan Ketua Forikan

Rabu, 30 April 2025 - 18:11 WIB

Peringati Pekan Imunisasi Dunia, Ketua TP PKK Aceh Kunjungi Posyandu

Senin, 28 April 2025 - 16:11 WIB

Marlina Usman Kunjungi Dapur MBG dan Dukung Pemenuhan Gizi Masyarakat

Berita Terbaru