BERITANANGGROE.com | Gubernur Aceh Muzakir Manaf meminta PT Pembangunan Aceh (PEMA) menindaklanjuti koordinasi dengan kementerian terkait mengenai kuota izin impor daging guna memenuhi kebutuhan masyarakat pada tradisi Meugang menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengatakan saat ini PEMA tengah melakukan langkah-langkah lanjutan, termasuk menggelar sejumlah pertemuan dengan kelompok dan lembaga terkait untuk mempercepat pengadaan daging.
“PEMA sedang menindaklanjuti arahan Gubernur dan telah melakukan beberapa pertemuan dengan pihak terkait dalam upaya percepatan pengadaan daging Meugang,” ujar MTA, Rabu (21/1/2026).
Ia menjelaskan, Gubernur Aceh pada pekan ini juga melakukan pertemuan dengan sejumlah kementerian di Jakarta untuk membahas pemenuhan kebutuhan daging di Aceh menjelang Ramadhan. Salah satu pertemuan tersebut berlangsung pada Senin (19/1/2026) dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T. Adi Darma.
Menurut MTA, pertemuan tersebut difokuskan pada upaya menjaga ketersediaan pasokan daging bagi masyarakat Aceh, khususnya untuk kebutuhan Meugang.
Ia menyebutkan, bencana banjir dan longsor yang melanda sedikitnya 18 kabupaten/kota di Aceh berpotensi memengaruhi pasokan daging lokal. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Aceh untuk mengajukan opsi pemenuhan kebutuhan melalui skema impor.
Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Aceh meminta PEMA berkoordinasi dengan kementerian terkait mengenai kuota impor daging. Dalam pelaksanaannya, PEMA direncanakan menggunakan mekanisme bisnis ke bisnis (business to business/B2B) dengan badan usaha milik negara (BUMN) atau perusahaan pemegang kuota impor.
Dalam skema tersebut, PEMA akan berperan sebagai perantara distribusi daging ke pasar-pasar di Aceh, sementara pasokan berasal dari perusahaan pemegang kuota impor.
Pemerintah Aceh memperkirakan kebutuhan daging di Aceh pada tahun 2026 mencapai sekitar 9.618 ton. Berdasarkan data tahun 2025, kebutuhan daging khusus pada momen Meugang berkisar antara 1.000 hingga 1.500 ton, sedangkan sisanya digunakan untuk kebutuhan harian masyarakat dan sektor usaha.
Saat ini, Pemerintah Aceh menyatakan terus melakukan berbagai langkah pemulihan pascabencana dengan dukungan dan supervisi dari Pemerintah Pusat. Dalam sejumlah kesempatan, Gubernur Aceh mengajak seluruh pihak untuk bersinergi bersama masyarakat dalam upaya pemulihan dan pembangunan Aceh. (**)













