Tangani Bencana Banjir, Sekda Aceh M Nasir Pastikan 14 Hari Kedepan Seluruh Kebutuhan Masyarakat Terpenuhi

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITANANGGROE.com | Pemerintah Aceh melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, menyampaikan perkembangan terkini terkait penanganan darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.

Perkembangan tersebut disampaikan langsung oleh Sekda pada rapat koordinasi lanjutan yang digelar di Sekretariat Posko Tanggap Darurat, Minggu (30/11/2025).

Berdasarkan data resmi yang dihimpun hingga pukul 13.00 WIB hari ini, Pemerintah Aceh mencatat jumlah masyarakat terdampak mencapai 441.842 jiwa.

Dari jumlah tersebut, tercatat 80 orang meninggal dunia, 330 orang mengalami luka berat, 1.284 orang luka ringan, dan 71 orang masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, jumlah pengungsi yang tersebar di berbagai lokasi mencapai 207.017 jiwa yang kini ditampung di 229 titik pengungsian di seluruh wilayah. Pendataan terus dilakukan oleh posko kabupaten/kota untuk memastikan akurasi sehingga memudahkan penanganan lanjutan.

Sekda menjelaskan bahwa kondisi air di sebagian besar wilayah terdampak sudah mulai surut. Meskipun demikian, ia mengatakan endapan lumpur akibat banjir memerlukan penanganan tambahan agar proses evakuasi dan pembersihan dapat berjalan maksimal.

Terkait distribusi logistik, Pemerintah Aceh mengonfirmasi bahwa bantuan melalui jalur laut yang diberangkatkan sebelumnya telah mendarat di Pelabuhan Krueng Geukueh pada sore hari ini.

Baca Juga :  Evaluasi Kemendagri Rampung, APBA 2026 Aceh Masuki Tahap Realisasi

Sementara itu, wilayah yang masih terisolir juga telah menerima bantuan melalui jalur udara, termasuk di Kabupaten Aceh Tengah dan Aceh Tamiang.

Selain itu, Nasir turut melaporkan adanya kendala distribusi komoditas pertanian di Aceh Tengah. Ia menjelaskan bahwa 11.000 hektare lahan cabai yang telah memasuki masa panen belum dapat dibawa keluar akibat akses yang masih terbatas.

Terkait masa tanggap darurat yang ditetapkan selama 14 hari, Nasir menegaskan bahwa periode ini harus digunakan untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terpenuhi, mulai dari logistik, pelayanan kesehatan, evakuasi, hingga pemulihan konektivitas. Ia menambahkan bahwa setelah tahap tanggap darurat selesai, pemerintah akan beralih pada fase pemulihan dan rehabilitasi yang lebih komprehensif.

“Selama 14 hari ini kita pastikan semua masyarakat kita sehat, selamat, dan tidak kekurangan suatu apa pun. Akses logistik dan kesehatan juga harus benar-benar menjangkau mereka yang terdampak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nasir juga menyoroti urgensi penanganan hewan yang terdampak bencana. Ia memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) untuk segera melakukan evakuasi bangkai hewan agar tidak menimbulkan dampak kesehatan dan penyakit menular bagi masyarakat.

Baca Juga :  Mualem Ingatkan SKPA Tak Bertentangan dengan Hukum

Sementara itu, BNPB menyampaikan bahwa distribusi bantuan melalui jalur darat, laut, dan udara secara keseluruhan telah menjangkau seluruh wilayah terdampak, meskipun jumlahnya masih terbatas.

BNPB juga terus berkoordinasi dengan BASARNAS untuk menambah jumlah personel ke wilayah-wilayah terisolir guna mempercepat proses evakuasi. BPBA turut menegaskan bahwa mobilisasi logistik akan terus dilakukan setiap hari guna memastikan tidak ada bantuan yang menumpuk di posko dan semuanya tersalurkan kepada masyarakat secara tepat sasaran.

Adapun terkait perkembangan pemulihan komunikasi, Diskominsa Aceh melaporkan bahwa perangkat Starlink telah dikirimkan ke beberapa wilayah terdampak seperti Bener Meriah dan Takengon untuk memperlancar koordinasi, mengingat layanan komunikasi konvensional masih belum pulih sepenuhnya.

Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan BPBA, BNPB, TNI-Polri, serta seluruh SKPA dan lembaga terkait demi mempercepat evakuasi, pemulihan akses, dan penyaluran bantuan hingga kondisi di seluruh wilayah terdampak benar-benar pulih seutuhnya. Sekda juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terjerumus pada informasi yang belum jelas kebenarannya.(**)

Berita Terkait

Lantik Taufik Sebagai Pj Sekda Aceh, Mualem Tekankan Pentingnya Sinergi dan Pelayanan Publik
Terima Utusan Menteri Agama, Fadhlullah Dorong Sinergi Program Keagamaan Pusat dan Daerah
Perkuat Literasi dan Akselerasi Ekonomi Syariah, Plt Sekda Aceh Buka SYAFIF Goes to Aceh
Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Wagub Aceh Fadhlullah Gelar Pertemuan Strategis Bersama Yusril Ihza Mahendra
Wagub Aceh Fadhlullah Usulkan Penyediaan Alat Berat untuk Daerah Rawan Banjir
Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Plt Sekda Aceh Tekankan Implementasi Nilai Pancasila
Plt. Sekda Taufik, Dorong Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana Hidrometeorologi Aceh
Wagub Fadhlullah Gelar Pertemuan dengan Forkopimda, Bahas Situasi Terkini dan Kondisi Aceh ke Depan
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Lantik Taufik Sebagai Pj Sekda Aceh, Mualem Tekankan Pentingnya Sinergi dan Pelayanan Publik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Terima Utusan Menteri Agama, Fadhlullah Dorong Sinergi Program Keagamaan Pusat dan Daerah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:51 WIB

Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Wagub Aceh Fadhlullah Gelar Pertemuan Strategis Bersama Yusril Ihza Mahendra

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Wagub Aceh Fadhlullah Usulkan Penyediaan Alat Berat untuk Daerah Rawan Banjir

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:22 WIB

Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Plt Sekda Aceh Tekankan Implementasi Nilai Pancasila

Berita Terbaru