Evaluasi Implementasi MoU Helsinki, Lembaga Wali Nanggroe dan Unsam Gelar Forum Ilmiah

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITANANGGROE.com | Lembaga Wali Nanggroe (LWN) dan Fakultas Hukum Universitas Samudra (Unsam) Langsa menggelar forum ilmiah bertajuk “Evaluasi Implementasi Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki dan Penguatan Tata Kelola Kekhususan Aceh” pada Rabu (8/7/2026)

Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk mengevaluasi pelaksanaan MoU Helsinki sekaligus memperkuat tata kelola kekhususan Aceh dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Majelis Tuha Lapan LWN, Kamaruddin Andalah, menjelaskan bahwa forum ini bertujuan melakukan evaluasi objektif terhadap implementasi MoU Helsinki 2005 dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Baca Juga :  Dpp Ikaderi Minta Pemerintah Berikan Keringanan bagi Pengembang Terdampak Bencana

Menurut Kamaruddin, setelah lebih dari dua dekade perdamaian, evaluasi komprehensif dan ilmiah sangat diperlukan untuk memastikan seluruh amanat UUPA berjalan efektif, harmonis, dan sesuai dengan prinsip konstitusi. Forum ini juga menyoroti pentingnya harmonisasi UUPA dengan regulasi nasional agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Unsam, Muhammad Natsir, menegaskan bahwa kekhususan Aceh merupakan bagian dari desain konstitusional Indonesia melalui prinsip desentralisasi asimetris.

“Kekhususan Aceh harus terus diperkuat melalui mekanisme hukum yang memberikan kepastian, keadilan, serta sinkronisasi kebijakan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh,” ujar Muhammad Natsir.

Baca Juga :  Perpanjang Dana Otsus, Wagub Aceh Gelar Pertemuan di Dua Kementerian

Selain membahas regulasi, forum ini juga mendiskusikan sejumlah isu strategis seperti pengelolaan sumber daya alam, penguatan lembaga adat, pembangunan ekonomi berkeadilan, dan perlindungan lingkungan hidup.

Sebagai tindak lanjut, LWN dan FH Unsam sepakat memperkuat kerja sama di bidang riset bersama, penyusunan naskah akademik, penyelenggaraan forum ilmiah berkala, serta edukasi publik mengenai UUPA dan hukum tata negara terkait kekhususan Aceh.

Forum dialog ini juga dihadiri oleh Staf Khusus Wali Nanggroe M. Raviq, Tim Pembinaan Pelaksanaan MoU Helsinki Fajran Zain, Dekan FH Unsam Liza Agnesta Krisna, serta jajaran akademisi dan pejabat struktural kedua lembaga.(**)

Berita Terkait

Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas
Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan MAPIM, Jajaki Kerja Sama Strategis Aceh–Malaysia
Sinergitas Bank Aceh dan Komisi III DPRA untuk Optimalisasi PAD Aceh
Sah! DJP Terbitkan Aturan Printer Meterai Teraan Digital, Berlaku Mulai 22 September 2026
Ketua Satgas PPA Mustafa Abdullah Pimpin Langsung Pembersihan Babo: Kalau Tidak Ditangani, Banjir Akan Naik Lagi
Wali Nanggroe Aceh Disambut Peusijuek Setelah Kembali dari Pengobatan di Malaysia
Wali Nanggroe Bawa Pengalaman Perdamaian Aceh ke Global Town Hall 2026
Lembaga Wali Nanggroe Dorong Penguatan Konservasi Berbasis Adat untuk Menjaga Hutan Aceh
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Bank Aceh Terima Apresiasi ILO, Perkuat Komitmen Dukung UMKM Aceh Naik Kelas

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Wali Nanggroe Aceh Terima Kunjungan MAPIM, Jajaki Kerja Sama Strategis Aceh–Malaysia

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Sinergitas Bank Aceh dan Komisi III DPRA untuk Optimalisasi PAD Aceh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Sah! DJP Terbitkan Aturan Printer Meterai Teraan Digital, Berlaku Mulai 22 September 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Ketua Satgas PPA Mustafa Abdullah Pimpin Langsung Pembersihan Babo: Kalau Tidak Ditangani, Banjir Akan Naik Lagi

Berita Terbaru