Hadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, Sekda Aceh Pimpin Rapat Pengendalian Inflasi

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA di dampingi Asisten Perekonomian & Pembangunan Ir. T. Robby Irza serta SKPA terkait memimpin Rapat Teknis Pengendalian Inflasi dalam rangka HKBN tahun 2026, di ruang rapat sekda Aceh, Kamis (05/03/2026). Foto: Humas Aceh.

Sekda Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA di dampingi Asisten Perekonomian & Pembangunan Ir. T. Robby Irza serta SKPA terkait memimpin Rapat Teknis Pengendalian Inflasi dalam rangka HKBN tahun 2026, di ruang rapat sekda Aceh, Kamis (05/03/2026). Foto: Humas Aceh.

BERITANANGGROE.com | Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, memimpin rapat teknis pengendalian inflasi dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Sekda Aceh, Kamis (5/3/2026).

Dalam rapat tersebut, pemerintah membahas langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang meningkatnya permintaan masyarakat pada momentum hari besar keagamaan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, pada Februari 2026 Provinsi Aceh mengalami deflasi bulanan sebesar 0,24 persen. Deflasi dipicu penurunan harga sejumlah komoditas, seperti bawang merah, cabai rawit, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, dan ikan tongkol.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi tahunan antara lain tarif listrik, emas perhiasan, beras, nasi dengan lauk, serta daging ayam ras.

Dalam arahannya, M. Nasir menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan terhadap kebutuhan pokok.

Baca Juga :  Sambut Kunjungan Aceh Hijau, DPDA Dukung Peluncuran Program Pemulihan Pascabencana

“Pengendalian harga harus kita kawal dengan ketat. Tidak boleh ada semangat mencari keuntungan sendiri tanpa kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Nasir.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan melakukan berbagai langkah intervensi guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pasokan bahan pokok bagi masyarakat.

Sekda juga menyoroti kenaikan harga cabai merah dan meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh untuk terus memantau perkembangan harga serta menyiapkan langkah antisipasi guna menekan potensi lonjakan harga.

Selain itu, masyarakat juga didorong untuk menanam komoditas yang menjadi indikator inflasi, seperti cabai, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.

Sementara itu, Asisten II Sekda Aceh Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Robby Irza, menyampaikan arahan terkait permintaan Wakil Gubernur Aceh kepada Prabowo Subianto untuk bantuan sapi meugang menjelang Idulfitri.

Ia menginstruksikan Dinas Peternakan Aceh agar segera melakukan pendataan guna memastikan distribusi sapi meugang dapat tersalurkan secara merata di seluruh daerah.

Baca Juga :  Sekda Aceh Saksikan Penandatanganan Akad Pembangunan Gedung Pendidikan Raja Abdullah bin Abdulaziz

“Pendataan ini penting agar bantuan sapi meugang dapat didistribusikan secara merata sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah,” ujarnya.

Adapun upaya pengendalian inflasi yang telah dilakukan Pemerintah Aceh antara lain melalui inspeksi mendadak (sidak) pasar, pelaksanaan Pasar Tani, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta pasar murah di 23 kabupaten/kota.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan subsidi ongkos angkut, pelaksanaan GPM di sejumlah daerah Indeks Harga Konsumen (IHK), program mudik gratis, serta pasar murah menjelang Idulfitri di beberapa kabupaten/kota.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Aceh berharap harga bahan pokok tetap stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).(**)

Berita Terkait

Aceh Borong Sembilan Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026
Raih WTP Ke-11, BPK Ingatkan Pemerintah Aceh Tetap Waspada Potensi ‘Fraud’
Mualem Minta Mendagri Percepat Pemulihan Sawah dan Infrastruktur Pascabencana di Aceh
Terima Audiensi MPU, Wagub Aceh Matangkan Penerapan Hukum Waris Khusus
Mualem Sambut Kunjungan Silaturahmi Pimpinan MPU Aceh, ini Isu yang Dibahas
Wagub Aceh Jajaki Kerja Sama Lingkungan, Energi dan Wisata dengan UEA‎
Upaya Pemulihan Aceh Pasca Bencana, Wagub Fadhlullah Perkuat Koordinasi dengan Kemendagri dan Satgas PRR
Pergub JKA Dicabut, Gubernur Mualem Nyatakan Rakyat Aceh Sudah Bisa Berobat Seperti Biasa
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Aceh Borong Sembilan Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 16:22 WIB

Raih WTP Ke-11, BPK Ingatkan Pemerintah Aceh Tetap Waspada Potensi ‘Fraud’

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:00 WIB

Mualem Minta Mendagri Percepat Pemulihan Sawah dan Infrastruktur Pascabencana di Aceh

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:03 WIB

Terima Audiensi MPU, Wagub Aceh Matangkan Penerapan Hukum Waris Khusus

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:54 WIB

Mualem Sambut Kunjungan Silaturahmi Pimpinan MPU Aceh, ini Isu yang Dibahas

Berita Terbaru

Pemerintah Aceh kembali menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang digelar di Auditorium Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin malam (6/7/2026). Foto : Humas Aceh

Pemerintahan

Aceh Borong Sembilan Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026

Selasa, 7 Jul 2026 - 11:00 WIB