Mualem Minta Mendagri Percepat Pemulihan Sawah dan Infrastruktur Pascabencana di Aceh

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dalam rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan pemulihan pascabencana menyampaikan kepada Mendagri Tito Karnavian bahwa masih banyaknya kendala di wilayah pelosok Aceh enam bulan pasca bencana banjir dan longsor, Selasa (9/6/2026) di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf dalam rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan pemulihan pascabencana menyampaikan kepada Mendagri Tito Karnavian bahwa masih banyaknya kendala di wilayah pelosok Aceh enam bulan pasca bencana banjir dan longsor, Selasa (9/6/2026) di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh

BERITANANGGROE.com | Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menyoroti berbagai kendala di wilayah pelosok Aceh enam bulan pascabencana banjir dan longsor. Hal itu disampaikannya di hadapan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan Pemulihan Pascabencana di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6/2026).

Persoalan utama yang disorot Gubernur yang akrab disapa Mualem itu adalah sektor pertanian dan infrastruktur dasar. Menurutnya, hingga saat ini masih banyak lahan sawah yang belum bisa digarap, serta jaringan irigasi dan jembatan yang rusak.

“Yang paling urgen masalah sawah yang belum bisa dipakai, irigasi, dan jembatan jalan. Sungai juga perlu dibenahi agar tidak terjadi luapan banjir saat hujan datang,” kata Mualem.

Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat penanganan dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat.

“Insyaallah kita kerja sama antara pusat dan Pemerintah Aceh. Ini tugas kita agar penanganan sempurna, guna membangun kembali yang sudah rusak dan hilang,” ujarnya.

Baca Juga :  Lepas JCH Aceh Kloter Pertama, Ini Pesan Gubernur Mualem

Tekanan Inflasi dan Realisasi TKD

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyoroti tingginya tekanan inflasi di Aceh yang saat ini berada di peringkat kedua tertinggi di Indonesia. Ia berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah pusat untuk menstabilkan kondisi perekonomian daerah.

Selain itu, Fadhlullah memaparkan bahwa realisasi anggaran Transfer Keuangan Daerah (TKD) di Aceh baru mencapai 45 persen. Ia meminta seluruh bupati dan wali kota untuk terus memacu penyerapan anggaran tersebut.

“Realisasi anggaran tahun ini harus cepat, mengingat kita sedang berupaya agar perpanjangan dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang sedang diusulkan bisa terwujud tahun ini,” tutur Wagub.

Respon Mendagri dan Alokasi Anggaran Pusat

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan hasil analisis Satgas Nasional yang menunjukkan bahwa dari 18 kabupaten/kota terdampak, 10 di antaranya kini sudah kembali berfungsi normal. Pemulihan ini mencakup lintas sektor mulai dari pemerintahan, kesehatan, pendidikan, hingga konektivitas.

Baca Juga :  Raih Nilai IKPA Terbaik 2024, Polda Aceh Terima Penghargaan Kapolri

Untuk sektor pertanian, Tito menyebutkan pemerintah pusat telah menyalurkan anggaran sekitar Rp371 miliar untuk rehabilitasi sawah, irigasi, dan lahan yang terdampak.

“Dari hasil analisis tim satgas nasional, sudah ada 10 kabupaten/kota yang fungsional. Kami juga sudah menyiapkan dukungan anggaran untuk percepatan pemulihan,” jelas Tito.

Tito juga menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memperjuangkan keberlanjutan dana Otsus Aceh, termasuk upaya mengembalikan skema dua persen mulai tahun depan demi mempercepat proses pemulihan pascabencana.

“Oleh sebab itu, dana TKD yang sudah dikembalikan pada tahun ini dapat digunakan segera dan dioptimalkan untuk berbagai program pemulihan bencana, agar usulan anggaran tahun berikutnya dapat berjalan lancar,” pungkas Tito.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh kepala daerah atau wakil dari 18 bupati/wali kota terdampak, serta perwakilan (person in charge/PIC) dari kementerian dan lembaga terkait.(**)

Berita Terkait

Pendapatan Aceh Tembus Rp10,7 Triliun, Gubernur Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban APBA 2025
Aceh Borong Sembilan Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026
Raih WTP Ke-11, BPK Ingatkan Pemerintah Aceh Tetap Waspada Potensi ‘Fraud’
Terima Audiensi MPU, Wagub Aceh Matangkan Penerapan Hukum Waris Khusus
Mualem Sambut Kunjungan Silaturahmi Pimpinan MPU Aceh, ini Isu yang Dibahas
Wagub Aceh Jajaki Kerja Sama Lingkungan, Energi dan Wisata dengan UEA‎
Upaya Pemulihan Aceh Pasca Bencana, Wagub Fadhlullah Perkuat Koordinasi dengan Kemendagri dan Satgas PRR
Pergub JKA Dicabut, Gubernur Mualem Nyatakan Rakyat Aceh Sudah Bisa Berobat Seperti Biasa
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:57 WIB

Pendapatan Aceh Tembus Rp10,7 Triliun, Gubernur Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban APBA 2025

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:00 WIB

Aceh Borong Sembilan Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026

Senin, 22 Juni 2026 - 16:22 WIB

Raih WTP Ke-11, BPK Ingatkan Pemerintah Aceh Tetap Waspada Potensi ‘Fraud’

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:00 WIB

Mualem Minta Mendagri Percepat Pemulihan Sawah dan Infrastruktur Pascabencana di Aceh

Jumat, 5 Juni 2026 - 13:03 WIB

Terima Audiensi MPU, Wagub Aceh Matangkan Penerapan Hukum Waris Khusus

Berita Terbaru