BERITANANGGROE.com| Pemilik penginapan/wisma Lambhuk sekaligus warung kopi di kawasan Jalan T. Iskandar, Lambhuk, Banda Aceh, berinisial S (75), dilaporkan ke Polresta Banda Aceh atas dugaan pelecehan seksual atau Pencabulan terhadap anak di bawah umur, Selasa (11/8/2026
Dalam laporan nomor LP/B/ 595/VIII/2026/ SPKT orang tua korban Anisman secara resmi telah melaporkan inisial S (75) yang diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak kandung dari Anisman.
Korbannya merupakan seorang anak perempuan berusia 14 tahun berinisial A. Peristiwa tersebut diduga terjadi di beberapa tempat di lantai dasar wisma Lambhuk sebelum hari raya idul adha tahun 2026.
Orang tua korban mengungkapkan bahwa kejadian ini baru terungkap setelah sang anak menceritakan peristiwa trauma yang dialaminya saat pulang mengambil air dari depot isi ulang.
“Kami terkejut dia pulang mengambil air isi ulang sambil menangis terisak-isak dan memohon maaf kepada ibunya. Dari situ kami tanya apa yang sebenarnya terjadi,” ujar orang tua korban kepada media, pada Rabu 5 Agustus 2026.
Berdasarkan pengakuan keterangan korban, dugaan tindakan asusila tersebut telah terjadi sebanyak lima kali. Terduga pelaku S (75) bermodus memanggil korban masuk ke dalam kamar dengan alasan meminta bantuan membentangkan sprei tempat tidur. Setelah korban masuk, pintu kamar lalu ditutup dan dikunci dari dalam.
Orang tua korban menambahkan, anaknya sempat takut melapor karena mendapat ancaman dari terduga pelaku.
“Awas ya, jangan beritahu ayah,” kata orang tua korban menirukan ancaman S kepada anaknya.
Saat ditanya mengenai bentuk tindakan asusila tersebut, orang tua korban menyebutkan bahwa terduga pelaku melakukan berbagai bentuk pelecehan seksual, meski tidak sampai terjadi hubungan intim.
Tidak terima atas perlakuan yang menyebabkan trauma mendalam dan mengancam masa depan anaknya, pihak keluarga resmi menempuh jalur hukum dengan melaporkannya ke Polresta Banda Aceh.
“Makanya kami mencari keadilan dan menuntut secara hukum atas perbuatan S terhadap anak kami. Kami berharap pelaku dihukum setimpal dan anak kami bisa pulih dari trauma,” tegas orang tua korban.












