MQK 2025 Resmi Dibuka, Gubernur: Santri Garda Terdepan Menjaga Ajaran Islam di Aceh

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Aceh yang diwakili oleh Plt, Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh Drs.Syakir bersama Kadis Pendidikan Dayah Aceh Dr Munawar A.Jalil Buka Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Kab/Kota. Selasa (19/8/2025). Foto: Ist

Gubernur Aceh yang diwakili oleh Plt, Asisten Pemerintahan Keistimewaan Aceh Drs.Syakir bersama Kadis Pendidikan Dayah Aceh Dr Munawar A.Jalil Buka Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Kab/Kota. Selasa (19/8/2025). Foto: Ist

BERITANANGGROE.com | Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, secara resmi membuka Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2025 yang dipusatkan di Banda Aceh, Selasa (19/8/2025) malam.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan santri dari berbagai dayah dan pesantren se-Aceh, sebagai ajang silaturahmi sekaligus kompetisi keilmuan Islam melalui kajian Kitab Kuning.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Dr. Munawar A. Jalil, MA, mengatakan bahwa MQK merupakan upaya nyata dalam menjaga khazanah keilmuan Islam di Tanah Rencong.

“MQK adalah gerakan intelektual yang memiliki makna mendalam bagi kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat Aceh. Ini menegaskan kembali tradisi keilmuan Islam yang telah mengakar kuat dalam sejarah peradaban kita,” ujar Dr. Munawar.

Ia menambahkan, sejak dahulu Aceh dikenal sebagai Serambi Mekkah, pusat pendidikan Islam, dan tempat lahirnya para ulama besar yang turut mencerdaskan umat serta menjaga marwah bangsa.

Baca Juga :  Hadapi Ekonomi Moderen, Disdik Dayah Aceh Siapkan 4 Program Prioritas bagi Santri

Namun demikian, Dr. Munawar menyayangkan adanya tiga daerah yang tidak mengirimkan kafilah tahun ini, yakni Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Kota Subulussalam, dan Kota Langsa.

Santri Penjaga Tradisi Keilmuan Islam

Sementara itu, Gubernur Aceh dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Syakir, menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga ajaran Islam.

“Melalui MQK, para santri dilatih untuk membaca, memahami, dan menguraikan kandungan Kitab Kuning yang menjadi rujukan utama dalam berbagai disiplin ilmu keislaman, seperti fikih, tafsir, hadis, ushul fiqh, akhlak, hingga tasawuf,” kata Drs. Syakir.

Menurutnya, kemampuan membaca teks Arab gundul, memahami makna, dan menjelaskan isi kitab memerlukan kecerdasan intelektual, ketekunan, dan keberkahan ilmu dari guru kepada murid.

“MQK bukan sekadar perlombaan, tapi wadah untuk memperkuat literasi kitab kuning di kalangan santri. Ini adalah warisan ulama yang harus terus kita jaga dan hidupkan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Wagub Fadhlullah Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Polda Aceh

Gubernur juga menegaskan bahwa santri merupakan garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Islam di Aceh.

“Melalui MQK, kita berharap lahir generasi ulama muda yang tidak hanya berilmu, tapi juga berakhlak dan siap mengabdi kepada masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah Aceh, kata Syakir, berkomitmen penuh mendukung pendidikan dayah sebagai bagian penting dari pembangunan Aceh secara menyeluruh.

“Membangun Aceh tidak cukup hanya dengan infrastruktur fisik, tetapi juga dengan memperkuat iman dan ilmu. Dari dayah lahir ulama, pemimpin, dan pendakwah yang menjadi penerang umat,” ujarnya.

Berlangsung Selama Tujuh Hari

MQK Aceh 2025 dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 19 hingga 26 Agustus 2025. Sejumlah cabang dilombakan, di antaranya fikih, tauhid, tafsir, serta nahwu-sharaf.

Pemenang MQK tingkat provinsi akan mewakili Aceh pada ajang MQK tingkat nasional mendatang.(**)

Berita Terkait

Kunjungi Dayah Abu Paya Pasi, Wagub Fadhlullah Tegaskan Peran Strategis Ulama Mendidik Generasi Aceh
Bangun Infrastruktur Pendidikan Islam, Pemerintah Aceh Teken Perjanjian Swakelola dengan 102 Dayah
Salurkan Bantuan ke Dayah Rahmatul Huda, Ini Harapan Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh
Sambut Kunjungan Aceh Hijau, DPDA Dukung Peluncuran Program Pemulihan Pascabencana
Hadapi Ekonomi Moderen, Disdik Dayah Aceh Siapkan 4 Program Prioritas bagi Santri
Peringatan Gema Muharram: Muhsin Motivasi Santri Aceh Jadi Generasi Unggul Berakhlak
Jadikan Aplikasi Alat Ukur Pengabdian, Dinas Pendidikan Dayah Aceh Gelar Pelatihan e-Kinerja untuk 221 PPPK
Terima Audiensi Banleg DPRK Pijay, Dinas Dayah Aceh Beri Masukan Strategis untuk Qanun Dayah Pidie Jaya
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:25 WIB

Kunjungi Dayah Abu Paya Pasi, Wagub Fadhlullah Tegaskan Peran Strategis Ulama Mendidik Generasi Aceh

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:05 WIB

Bangun Infrastruktur Pendidikan Islam, Pemerintah Aceh Teken Perjanjian Swakelola dengan 102 Dayah

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:20 WIB

Salurkan Bantuan ke Dayah Rahmatul Huda, Ini Harapan Plt Kadis Pendidikan Dayah Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:08 WIB

Sambut Kunjungan Aceh Hijau, DPDA Dukung Peluncuran Program Pemulihan Pascabencana

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:47 WIB

Hadapi Ekonomi Moderen, Disdik Dayah Aceh Siapkan 4 Program Prioritas bagi Santri

Berita Terbaru